Oktober 24, 2018
Kodam VI/Mulawarman Bangun Tempat Latihan Tempur Modern
Balikpapan, IDM News - Kodam VI Mulawarman (Kodam VI/Mlw) saat ini tengah membangun tempat latihan tempur yang letaknya di Kelurahan Amborawang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Tempat ini tak asing lagi bagi warga
Kaltim, apalagi warga sekitar karena sejak 1977, wilayah hutan ini sudah
ditetapkan milik Kodam VI Mulawarman yang dulu Kodam VI Tanjungpura.
Areal latihan tempur Amborawang modern
dirancang matang merupakan agenda grand strategi TNI AD.
Untuk mewujudkan tempat latihan modern,
Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto menunjuk Komandan Satuan Tugas
Latihan Tempur (Dansatgaslatpur) Kolonel Inf Muhammad Yasin SSos MAp guna
melakukan penataan areal hutan tersebut.
"Belum lama ini, bulan September,
diselenggarakan latihan tempur dari Raider 600. Dari latihan tersebut, kami
sudah melakukan evaluasi yang kami laporkan kepada Pangdam," ujar M Yasin
didampingi Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI Mulawarman Kolonel Kav Dino
Martino saat mengajak media ini melihat langsung areal latihan tempur
Amborawang, Kamis (16/10).
M Yasin yang juga didampingi Wakapendam
Letkol Inf M Iqbal dan Kepala Topografi Kodam (Katopdam) VI Mulawarman Letkol
Ctp Sugiyantoro menjelaskan, dalam rangka mewujudkan tempat latihan tempur
modern, saat ini dilakukan pembenahan-pembenahan di antaranya melebarkan jalan
yang nantinya bisa untuk lintasan alat tempur berat tank, membenahi titik-titik
batas wilayah yang sebagian tidak terbaca dan hilang.
"Dalam penataan ulang areal latihan
tempur Amborawang, kami sudah melakukan sosialisasi dengan masyarakat. Babinsa
kami kerahkan untuk menginformasikan tentang kegiatan di tempat latihan tempur
Amborawang kepada warga sekitar. Kalau ada lahan, rumah atau kebun yang
terkena, kami data dan akan diberi ganti rugi. Kalau ada latihan, warga juga
kami beritahu agar jangan masuk karena latihan menggunakan amunisi tajam. Peringatan
juga kami tulis besar di pintu masuk areal latihan tempur Amborawang. Karena
Pangdam mewanti-wanti, kegiatan di tempat latihan tempur jangan merugikan
masyarakat," jelas M Yasin yang sangat berpengalaman bidang tempur darat.
Ditambahkan M Yasin, tempat latihan tempur
modern diagendakan terwujud paling tidak 5 tahun ke depan. Tidak hanya modern,
tempat latihan tempur Amborawang cukup luas, 724 ha, sangat pas untuk latihan
perang. Rencana pembangunan daerah latihan tempur Kodam VI Mulawarman di
Amborawang akan dilengkapi sarana prasarana latihan yang mampu meningkatkan
profesionalisme prajurit karena dilengkapi sarana daerah latihan tempur untuk
perang hutan, perang di daerah pemukiman (urban terain), anti teror dan
lainnya.
"Konturnya sangat mendukung adanya
bukit, hutan dan jalan yang naik dan turun. Dengan areal seluas itu bisa
digunakan latihan tempur menggunakan persenjataan berat tank kavaleri, meriam
artileri dan lain-lain", ujar Kapendam Dino menambahkan.
Dijelaskan lagi oleh Kapendam, dengan arel
seluas itu bisa menjadi daerah latihan tempur untuk taktik bertempur antar
kecabangan yang berdiri sendiri maupun yang bersifat kerjasama antarkecabangan
baik infanteri, kavaleri dan artileri yang menggunakan alutsista dengan kaliber
diatas 100 mm. Baik itu kanon tank maupun meriam artileri yang dimiliki satuan
jajaran Kodam VI Mulawarman yang rutin dilaksanakan setiap tahun di daerah
Amborawang dalam bentuk BTP (Batalyon Tim Pertempuran).
Dansatgaslatpur M Yasin dan Kapendam Dino
Martono juga mengajak media ini naik tank AMX 13 APC buatan Perancis mencoba
jalan yang sedang dilebarkan yang juga untuk lintasan tank. "Jalan ini
dilebarkan supaya bisa untuk manuver tank, " ujarnya lagi.
Areal latihan tempur. Amborawang modern,
jelas M Yasin, nantinya dilengkapi banyak fasilitas pendukung yang juga
digunakan pasukan North Atlantic Treaty Organizatio (NATO), Australia, Jepang,
Korsel.
"Rencana areal latihan tempur
Amborawang modern sudah kami rancang, nanti kami persentasikan di hadapan
Pangdam. Memang diperlukan biaya yang besar, " kata M Yasin dengan nada
optimis.
Adapun, kelengkapan sarana dan prasaarana
di tempat latihan tempur Amborawang Modern adalah
1. Fire Arms Training System (FATS) 300 mil
Immersive Virtual Training System
2. Multiple Integrate Laser Engagement System (MILES)
3. Digital Multi Purpose Ranger Complex (DMPRC).
2. Multiple Integrate Laser Engagement System (MILES)
3. Digital Multi Purpose Ranger Complex (DMPRC).
Di tempat itulah, nantinya latihan tempur
mirip sesungguhnya menggunakan alutsista modern, lempar granat sesungguhnya dan
tembak menembak menggunakan amunisi tajam.
Dalam perjalanan keliling areal latihan
tempur Amborawang, tampak banyak halang rintang di antara semak belukar untuk
menggembleng kemampuan tempur prajurit TNI AD. "Ndan, halang rintangnya
kok gak dibersihin, " celetuk salah satu awak media.
M Yasin pun sigap menjawab sambil tertawa.
"Kok dibersihin, memangnya untuk outbond. Ya harus seperti ini, semak
belukar dan pepohonan untuk latihan di medan perang sesungguhnya. Inilah fungsi
lain tempat latihan tempur Amborawang, pepohonan di dalamnya dijaga dan
dilestarikan, " ujarnya.
Meski di tengah hutan, di areal lain juga
tersedia tempat latihan pertempuran di kota dan pembebasan sandera.
Perwira melati 3 ramah yang hobi ngetrail
ini mengakui, dalam areal latihan tempur Amborawang ada yang rusak, yakni ada
belasan titik danau bekas penambang batu bara liar. Bahkan, salah satu kolam
kubangan bekas tambang, mencelakai dua prajurit Raider 600 yang sedang berlatih
pertempuran malam hari.
"Penunjuk arah latihan tempur, prajurit
berpedoman peta dan kompas. Ketika pergeseran pasukan di malam hari, dua
prajurit terjerembab masuk kubangan bekas galian tambang batu bara. Untung
secepatnya ditarik temannya. Kalau tidak, bisa makan korban jiwa prajurit.
Bayangkan, tengah malam yang gelap, prajurit berjalan tiba-tiba masuk kubangan
air besar bekas galian tambang batu bara. Maka dari itu, kami juga menertibkan
penambang liar yang ada di areal Puslatpur. Ini semata-mata demi keamanan dan
keselamatan warga. Jangan sampai nanti pas ada latihan, ada yang terkena
ledakan atau tembakan amunisi tajam. Areal latihan harus clear dari aktivitas
warga, " jelas M Yasin.
***
Editor : Setiawan
Sumber : Balikpapan.Prokal.co
Editor : Setiawan
Sumber : Balikpapan.Prokal.co
Baca juga:
Advertisement
loading...





Post a Comment