Oktober 24, 2018
Jet Tempur Siluman Chengdu J-20 China Segera Masuk Fase Produksi
China, IDM News - Indikasi kesiapan produksi J-20 tersirat dari kabar telah rampungnya uji dan pengembangan mesin WS-15, yang pada tiap pesawat akan menggunakan dua mesin WS-15. Dikutip dari businessinsider.sg (27/9), disebutkan instalasi mesin WS-15 akan dilakukan pada akhir tahun ini (2018). China saat ini dikabarkan telah memiliki beberapa unit prototipe J-20, namun masih menggunakan mesin buatan Rusia, Salyut AL-31FN (WS-10B). Namun adopsi mesin tersebut dianggap sudah ketinggalan zaman untuk kualifikasi pesawat tempur generasi kelima.
WS-15 kabarnya mempunyai daya dorong di
kisaran 30.000 - 40.000 pounds, sebagai perbandingan F-22 Raptor yang jadi
andalan AU AS, daya dorongnya mencapai 35.000 pounds. Dengan rampunynya uji
coba WS-15, pengamat militer internasional memperikirakan J-20 akan masuk ke
fase produksi terbatas.
China pun memperlakukan J-20 layaknya
perlakuan AS pada F-22 Raptor, yakni jet tempur siluman ini tidak akan dijual
ke luar negeri. Tentu ini menjadi perhatian yang mengejutkan, lantaran selama
ini produksi alutsista China cenderung berorientasi ke ekspor. Oleh para
pengamat disebut-sebut langkah Beijing ini untuk menjaga kerahasiaan, mengingat
teknologi stealth bersifat sensitif. Namun ada yang berkelakar, bahwa China
khawatir terungkap bahwa teknologi stealth-nya masih jauh di bawah kemampuan
AS.
Berbeda dengan pengembangan FC-31 yang
murni didanai oleh perusahaan (Shenyang), maka J-20 sedari rancang bangun dan
fase produksi secara penuh didanai oleh pemerintah. Sejak terbang perdana pada
11 Januari 2011, ada lima seri prototipe J-20 yang telah dibuat, dan dari
kelimanya terus mengalami perbaikan. Yang Wei, Chief Designer di Warcraft
menyebutkan, nantinya J-20 akan diluncurkan dalam beberapa varian.
Bila dianalogikan, J-20 sama seperti halnya
F-22 Raptor, belum atau tidak dijual ke luar negeri, meski ke negara sekutunya
sekalipun. Sebaliknya FC-31 bisa diumpamakan seperti F-35, dengan teknologi
stealth yang down grade, kedua pesawat digadang memang untuk tujuan ekspor.
***
Editor : Setiawan
Sumber : Indomiliter
Editor : Setiawan
Sumber : Indomiliter
Baca juga:
Advertisement
loading...




Post a Comment