September 18, 2018
Bintal Fungsi Komando, Benteng Utama Prajurit dari Radikalisme
Malang, IDM News - Maraknya paham radikalisme di Indonesia, seakan menjadi perhatian tersendiri bagi prajurit TNI-AD. Paham itupun, dinilai sangat berbahaya, dan sangat rentan terhadap rusaknya persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terwujud dengan baik.
Perwira Pembina Mental (Pabintal) Korem
083/Baladhika Jaya, Kapten Inf Sugianto mengungkapkan, paham radikalisme
merupakan suatu ideologu yang menuntut adanya suatu perubahan, dan permbaruan
sistem sosial maupun politik melalui cara kekerasan.
“Ideologi seperti itu, merupakan musuh
utama bangsa, dan sangat bertentangan dengan pancasila,” kata Kapten Sugianto,
Senin, 17 September 2018.
Pabintal Korem itu menambahkan, tidak hanya
mempengaruhi lingkup individu maupun kelompok saja. Menurutnya, para pelaku
paham radikalisme, juga sering menyebarkan pemahaman yang dimilikinya melalui
berbagai cara, terutama memanfaatkan adanya perkembangan teknologi dan
internet.
“Untuk itu, awasi penggunaan media sosial
di keluarga kita,” pintanya.
Sebagai aparat teritorial, menurut
Pabintal, TNI memiliki tuntutan yang jelas dalam tugas dan tanggung jawabnya di
tengah-tengah masyarakat. Tak hanya komunikasi sosial, ia menilai, prajurit TNI
juga harus bisa mensosialisasikan tentang bahaya paham radiklisme di kalangan
masyarakat.
“Kita harus dapat meningkatkan kepekaan kita terhadap berbagai ancaman
paham radikalisme yang ada di sekitar lingkungan kita,” imbuhnya.
Kendati demikian, terdapat beberapa hal
yang harus diingat oleh prajurit Korem sebelum menangkal keberadaan paham
tersebut. Selain meningkatkan moril, menurut Sugianto, seluruh prajurit juga
diwajibkan untuk lebih meningkatkan jiwa korsa yang dimilikinya.
“Tingkatkan nilai-nilai yang terkandung di
dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI,” tegasnya.
***
Editor : Setiawan
Sumber : IDM News
Editor : Setiawan
Sumber : IDM News
Baca juga:
Advertisement
loading...




Post a Comment