Juli 20, 2018
Luar Biasa! Prajurit TNI Juga Bisa Jadi Guru di Perbatasan
Papua, IDMN - Tidak hanya jago perang, dalam situasi tertentu prajurit TNI terkadang dituntut harus mampu mengatasi segala persoalan yang dihadapi masyarakat. Misal di perbatasan RI - PNG, disana masyarakat Papua masih banyak dijumpai yang tidak mengenyam bangku sekolah sama sekali. Sehingga tidak jarang satuan yang bertugas disana akan menyiapkan satu tim prajurit untuk menjadi guru dan mengajar di daerah tersebut.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh Yonif Raider 500/Sikatan, di bawah kepemimpinan Letkol Inf Sidik Wiyono beberapa prajurit disulap menjadi guru dadakan dan mengajar dalam hubungan kelas kecil.
Layaknya seorang
guru, salah satu personel satgas memberikan beberapa pembekalan mata pelajaran
ke beberapa anak Papua meskipun tempatnya sangat sederhana di pos Kombut.
“Mulai dari
membaca, hingga berhitung dan menulis. Semuanya kami ajarkan ke anak-anak
disini,” ujar Perwira Penerangan (Papen) Satgas Pamtas Yonif Raider
500/Sikatan, Letda Kav Bill Klinton Manurung, Jumat, (20/7/2018).
Dijelaskannya,
tak hanya belajar saja. Akan tetapi, selama mengajar, prajurit satgas pamtas
juga tak segan-segan untuk mengajak anak-anak bercanda.
“Kita selingi
sambil bercanda. Biar tidak terkesan kaku, supaya bisa memudahkan mereka untuk
menerima pelajaran yang kita sampaikan,” tuturnya.
Selama memberikan
pelajaran, nantinya para personel akan bergantian. Pelajaran tambahan itu,
diberikan ketika anak-anak yang berada di kampung Kombut, selesai mengikuti
pelajaran di sekolah, tepatnya pada sore hari. “Guru pembimbingnya bergantian,”
tandasnya.
Usai mengikuti
proses belajar yang diberikan oleh satgas, para murid juga dimanjakan dengan
adanya berbagai makanan yang disediakan secara cuma-cuma oleh para personel
satgas Yonif Raider 500/Sikatan. “Semuanya kita berikan untuk anak-anak disini,
kita juga memperhatikan pola gizi anak-anak,” tambahnya.
***
Editor : Setiawan
Baca juga:
Advertisement
loading...




Post a Comment