Juli 10, 2018
India Pertimbangkan Kembali Program Jet Tempur Generasi-5 dengan Rusia
India,
IDMN - India telah menyampaikan kepada Rusia mengenai keengganannya
untuk melanjutkan pembangunan bersama pesawat tempur generasi kelima
(fifth-generation fighter aircraft - FGFA) karena biaya tinggi yang diperlukan
dalam proyek tersebut, kata sumber resmi, menurut kantor berita PTI.
Meskipun demikian mereka mengatakan negosiasi antara kedua
negara pada proyek yang sangat ambisius tersebut belum ditangguhkan karena
India siap untuk terlibat kembali dalam pengembangan bersama pesawat jet
tersebut jika tercapai formula pembagian biaya yang tepat antara kedua negara.
India dan Rusia telah menandatangani perjanjian antar-pemerintah
untuk mega proyek tersebut pada tahun 2007, yang disebut-sebut akan membawa
hubungan militer antara kedua mitra strategis ini ke tingkat yang lebih tinggi.
Namun, proyek tersebut telah terhenti selama 11 tahun terakhir karena ada
perbedaan serius antara kedua belah pihak dalam pembagian biaya pengembangan
pesawat, teknologi yang akan digunakan di dalamnya dan jumlah pesawat yang akan
diproduksi.
Narasumber mengatakan biaya proyek tersebut diperkirakan sekitar
$ 30 miliar atau Rs. 2 lakh crore.
"Posisi kami pada berbagai aspek proyek, termasuk komponen
biaya, telah disampaikan kepada pihak Rusia dan belum ada resolusi untuk
masalah ini," kata seorang pejabat penting yang terlibat dalam negosiasi
dengan Rusia mengenai proyek tersebut kepada PTI.
Pada bulan Desember 2010, India telah setuju untuk membayar $
295 juta untuk desain awal jet tempur tersebut. Kemudian, kedua belah pihak
telah menyatakan niat untuk berkontribusi masing-masing $ 6 miliar untuk desain
akhir dan produksi pesawat di tahap pertama. Namun, kedua belah pihak belum
mencapai kesepakatan akhir mengenai hal tersebut.
India bersikeras memiliki hak yang sama atas teknologi yang akan
digunakan dalam pesawat tersebut tetapi Rusia tidak bersedia untuk berbagi
semua teknologi penting pesawat tersebut dengan New Delhi.
Dalam negosiasi untuk proyek tersebut, India bersikeras bahwa
mereka harus mendapatkan semua kode yang diperlukan dan akses ke teknologi
penting sehingga dapat meng-upgrade pesawat itu sesuai kebutuhannya, kata
narasumber.
Pada bulan Februari 2016, kedua negara telah menghidupkan
kembali pembicaraan tentang proyek pengembangan pesawat setelah mendapat izin
dari Menteri Pertahanan India saat itu Manohar Parrikar.
Sumber-sumber mengatakan kedua pihak berusaha untuk
menyingkirkan isu-isu yang sulit tetapi menambahkan bahwa India tidak optimis
bahwa proyek itu akan berhasil karena biaya yang diperlukan dalam proyek.
Menariknya, perusahaan dirgantara BUMN India Hindustan
Aeronautics Ltd (HAL) sangat mendukung proyek jet tempur generasi kelima itu.
HAL merasa bahwa proyek multi-miliar dolar itu akan memberikan India kesempatan
yang signifikan untuk mendorong sektor kedirgantaraannya karena tidak ada
negara yang pernah menawarkan teknologi penting seperti itu ke India.
Namun, ada indikasi dari Angkatan Udara India bahwa mereka tidak
terlalu tertarik untuk mengejar proyek tersebut mengingat biaya yang tinggi dan
kurangnya transfer teknologi.
***
Editor : Setiawan
Baca juga:
Advertisement
loading...




Post a Comment